17 Dec
Merawat itu lebih sulit daripada membeli. Hal itu dibuktikan ketika saya merawat kamera saku saya yang bermerk Sony Cybershot T-300 yang saya beli tiga tahun yang lalu. Beberapa bulan lalu kamera saku itu mengalami kerusakan pada motor tapi telah diperbaiki sehingga normal kembali.
Beberapa kawan menyarankan beli kamera saku saja ketika kamera tersebut mengalami kerusakan. Wajar mendapat saran seperti itu karena biaya memperbaiki rata-rata mahal dan hampir sama dengan membeli kamera saku baru yang harganya paling murah dengan merk yang cukup dikenal. Namun saya bukan orang yang konsumtif, saya pengen merawat hingga batas kemampuan kemudian setelah tidak bisa diperbaiki baru beli barang baru lagi. Seperti ketika membeli ponsel bermerk Blackberry dahulu karena ponsel Sony Ericsson tidak dapat diperbaiki lagi.
14 Dec
Ketika bersih-bersih lemari kamar, saya menemukan dua buah album kecil. Pertama saya mengira kalau album tersebut merupakan buku harian, tapi setelah dibuka adalah album koleksi perangko. Saya baru sadar kalau dulu pernah memiliki hobi mengumpulkan perangko atau filateli.
Menurur Wikipedia, filateli adalah aktivitas atau hobi mengumpulkan prangko dan benda-benda pos lainnya. Semakin tua umur perangko semakin mahal harganya. Dari dua album yang saya temukan, saya bergantian membuka isi dari album tersebut.
Read the rest of this entry »
12 Dec

Foto kamera disebelah atas merupakan salah satu pajangan di kamar saya. Kamera titipan temen yang belum diambil. Iseng saya cari infonya diinternet. Akhirnya diketahui kamera bermerk Panasonic Olympia DL 2000 A. Kamera ini digolongkan sebagai kamera analog yang menggunakan film sebagai media penangkap gambar, bukan sensor digital seperti kamera zaman sekarang.
Bentuknya unik, mirip seperti toycam atau kamera mainan. Sepertinya cocok digunakan sebagai properti karena bentuknya yang lucu dan ukurannya besar. Sayang ketika saya pasang baterai, kamera tidak dapat berfungsi entah apakah saya tidak bisa mengoperasikannya atau memang sudah rusak.
Recent Comments